LANGSUNG DARI AKU, TANPA MEMINJAM JIWA-JIWA LAIN
Hanya sebuah keinginan membagikan apa yang terpikirkan, meresap ke dada dan tertuliskan ke dalam sebuah media, yang mampu menampung dan sekaligus melukiskan semuanya. Dalam beberapa rentetan hari begitu Banyak yang ku lihat, ku rasakan dan kupikirkan. Dinamika hidup telah bercampur aduk antara sadar dan tidak, aku meraup semua itu, semua indra yang ada tubuhku dengan serta merta merangkum, menjadi sebuah intisari tanpa bentuk, bagai puzzle yang belum tersusun menjadi sebuah kesatuan. Namun, dengan semua itu kini semakin mengerucut siapa aku, dimana aku, harus apa aku, bagaimana aku, dan semua itu membimbing untuk bisa berbuat, menata kembali puzzle itu.
Bagaikan mengganti sebuah rutinitas pagi, aku harus bergerak pada malam hari, menelaah satu demi satu setiap arahan konvensional, Ada yang merangsak dengan lambat, atau sebaliknya. Namun aku tak nanar dengan semua itu, ku anggap hanya episode hidup yang akan terus berubah setiap harinya. Sejauh apapun jiwa2 lain berkata tidak bila aku mengatakan iya, tidak akan sedikit pun aku mengganti menjadi kata lain selain kata iya. Biarlah semua itu hanya diri ini yang tahu, tanpa yang menyebutkan aku sudah tahu.
Bola matanya bergerak ke setiap ujungpun sepertinya aku tahu, kemana arah geraknya, tapi aku tak memperdulikan juga, selama masih mampu mentranslate bahasa ku, bagai lagu "sway" salah satu teksnya menuliskan "When we dance you, have a way with me", teks ini mendeskripsikan bahwa selama paham dengan semua pergerakan itu maka implementasikanlah semuanya.
Walau pun aku mengetahuinya bahwa tidak semua bisa dipahami dan memahaminya, karena sebuah langkah adalah misteri tertinggi, jika mampu menjunjung tinggi semua itu, maka misteri itu akan terkikis menjadi sebuah jembatan, hanya saja tidak semua bisa mendeklarasikan itu, akhirnya menjadi salah satu jembatan buntu yang tanpa jawaban.
Dan kini aku tahu jawaban itu, bahwa kemudahan adalah kesulitan yang tersimpan rapih tanpa cela setitik pun. Bagai berdiri di depan ombak besar, bila tidak memulai menyentuh air ombak itu, maka tak akan tahu bahwa agar laut itu layak di makan dan tidak mengenal bahwa terumbu karang adalah sebuah keindahan tiada tara.Misteri itu adalah pertanyaan besar yang tidak mudah kita berikan jawaban yang absah bila tidak menelusuri hal nyata di dalamnya.
Gambaran-gambaran ini telah aku lihat telah aku siapkan jawabannya, maka bila aku menemui ini aku pun akan berangguk dengan yakin kemudian memberikan steatment apa adanya sesuai penerjemahan yang tiada batas.
Karena aku tahu bahwa piramida itu sudah terbalik, jadi aku tunggu itu....sehingga tak perlu merenung saat terlontar semua pertanyaan itu, pertanyaan yang baru ku dengar, tapi ku tahu kunci jawabannya, langsung dari diri ini tanpa harus ku meminjamkan jiwa-jiwa lain.
Dengan lantang, aku katakan,..... aku siap.................................................
Teten Iman Firmansyah
Jakarta, 22 Juni 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar