Senin, 13 Mei 2013

Terpaku

Seketika semua membuka dan terbuka
Aku merasa tak jinak di buatnya
Menyeruak, hampir tampil di muka
Cerita dan ucapan mampir lalu
Ku terpaku di buatnya

Bagaikan terpaan air ombak, bergemuruh kaku
Menyeringai tak bebas, tak jelas
Mendesis di telinga, sangat liar...
Ku terpaku di buatnya

Terpaku dan sulit di cerna, walau terkadang disekitarku berhembus
"Ini nyata" aku tak bergeming
Karena rasa itu sangat sempit
Sempit dalam mengapresiasikan kemana arahnya?
Lalu aku terpaku dibuatnya

Hari ini...
Kuncup telah mengering
Raungan sang mentari membahana isi kesepian
Risaukan sang penari jalanan yang terlalu larut
Oleh kepedihan 
Dia adalah aku
Jika risau itu memeng di bangun, tapi tidak akan pernah di luluhkan...Aku tahu....

Karena ketika bening air telah di abu-abukan
oleh nalar yang sudah mulai ruam
Seperti pagi ini, tak ada bedanya dengan siang hari kemarin
begitupun Minggu lalu dan tahun sebelumnya
Di tata dan di hancurkan oleh si tangan pembuat
Menata tanpa rasa, rasa membangun anggun....


Senin, 08 April 2013

Kiat-Kiat Berhenti Merokok, Di jamin 100% Anda Berhenti

Kiat-Kiat Berhenti Merokok, Di jamin 100% Anda Berhenti


Merokok adalah sebuah kebiasaan yang sangat sulit di hentikan. Para pakar anti cigaret, kafein dan narkoba Bambang Nurwanto mengatakan, bahwa “merokok adalah sebuah habit atau dikatagorikan addict negatif”, selain itu begitu gencarnya pemerintah membuat banyak iklan masyarakat yang diprakarsi oleh dinas-dinas terkait yang menyatakan bahwa dengan merokok dapat mengurangi usia manusia. Jelaslah bahwa dari sisi apapun apalagi ditilik dari sisi medis bahwa rokok sangat merugikan, dari mulai ujung filternya sampai ujung tembakaunya banyak kandungan zat-zat yang mengerikan bagi kesehatan kita. Mungkin tanpa saya paparkan satu persatupun teman-teman bisa membacanya dari barbagai referensi.

Pada tulisan ini saya Teten Iman Firmansyah lebih menyorot bagaimana kiat-kiat mudah untuk bisa berhenti merokok dalam waktu yang sangat singkat, adapun kiat-kiat tersebut saya gambarkan dengan bahasa yang mudah di cerna,
Selamat  membaca dan mengamalkannya:
  1.  Modal terbesar untuk berhenti merokok adalah “niat yang kuat” yang menyatakan pada diri sendiri bahwa kita bisa untuk berhenti, selain itu banyak membaca mengenai informasi-informasi tentang bahaya meroko dan bergaulah dengan lingkungan yang anti rokok (bukan perokok)
  2. Kurangi curhat colongan (curcol) kepada teman, pacar, ayah, ibu apalagi kepada orang yang mau melakukan bunuh diri di gedung lantai 36, saya sarankan sepertinya pantang untuk curhat tentang berhenti merokok kepada orang yang mau melakukan bunuh diri, jangan bercerita tentang hal itu tapi cegahlah dengan baik-baik orang yang punya niat demikian, laranglah sampai menyadari bahwa perilaku tersebut di  di benci Tuhan
  3. Bila dalam proses berhenti merokok, masih saja "terpincut" untuk membeli rokok atau korek dan tiba-tiba tersadar sedang dalam proses berhenti, secepatnya kembalikan rokok dan korek kepada penjualnya, bila rokok yang Anda beli 1 bungkus dan baru anda hisap 2 batang, silahkan kembalikan dan mintalah uang Anda seolah-olah Anda tidak merokoknya, studi kasus: membeli rokok 10.000 maka mintalah seharga disaat anda membeli kepada toko dimana anda membeli, coba Anda lihat reaksi dari pedagangnya, reaksi itulah yang membuahkan hasil untuk bisa berhenti merokok, dan berterima kasihlah kepada pedagang tersebut, bila Anda bisa sukses berhenti.
  4. Bila di lain waktu mendapati teman sedang merokok di depan mata, secepatnya untuk berlari sekuat-kuatnya seolah-olah sedang di kejar Polisi atau dikejar Anjing jauhkanlah posisi diri anda dari mereka lalu menghindarlah, jika bertemu kembali kondisi yang sama di sekeliling Anda berlarilah dan terus berlari, hilangkan lelah, berlarilah sekencang-kencangnya, bayangkan anda seorang atlet dunia yang berada di ajang olimpiade bersaing dengan negara-negara besar seperti Mozambik, Azerbaijan, Armenia, Vanuatu, Nauru, Tuvalu, Komoro atau Timor Leste, sedangkan  tujuan berlari selalu rumah dan sesampainya dirumah tanpa harus nonton pilem india langsung saja mandi. ulangilah rutinitas ini secara berkala atau kontinyu disaat menemukan hal yang sama karena hal ini tanpa disadari  malahan mendidik kita untuk terus berolahraga dan melupakan kebiasaan buruk yaitu merokok
  5. Usahakanlah  tidak membeli lagi rokok
  6. Usahakanlah tidak membeli lagi korek
  7. Usahakan tidak membeli asbak
  8. Usahakan tidak membeli tembakau, kertas dan filternya
  9. Usahakan  tidak lagi memungut puntung rokok di jalan
  10. Usahakan tidak lagi memungut bungkus rokok kosong di jalan
  11. Usakan tidak agi memungut tembakau bekas/kertas rokok bekas atau filter basah yang sudah di tong sampah
  12. Usahakan tidak lagi memungut abu rokok di jalan
  13. Usahakan tidak lagi memungut asbak pecah di jalan
  14. Kuatkanlah Anda untuk tidak meminta lagi rokok
  15. Kuatkanlah Anda untuk tidak meminta lagi korek
  16. Kuatkanlah tidak lagi meminta asbak
  17. Kuatkanlah tidak lagi meminta abu rokok pada teman atau pacar apalagi pada orang yang tidak sama sekali anda kenal.
  18. Apalagi mencuri korek sekaligus mencuri rokok
  19. Malah berniat mecoba mencokel atau merampok toko yang menjual rokok atau korek
  20. Hilangkan kebiasaan mengunyah tembakau, apalagi mengunyah  sambil tersenyum lebar, karena kita ketahui bahwa tembakau bukan sayur lodeh atau kolak pisang
  21. Bersabarlah, selama proses berlangsung, diupayakan kemanapun dan sejauh apapun pergi, tidak diperbolehkan memegang uang sepeserpun, karena bila  memegang uang, akan dengan mudah Anda untuk kembali membeli rokok. Bila memang, keseharian selalu tidak memiliki uang itu berarti AMAN bagi Anda
  22. Lawan jenis bisa menjadi motivasi suksesnya berhenti merokok, misal anda memiliki pacar ataw tunangan, cobalah anda merokok disaat anda berkunjung kerumahnya, mintalah bertemu dengan bapak pacar/tunangan, lalu merokoklah disaat berhadapan dengan orang tuanya, kemudian asapnya anda tiupkan ke muka orang tuanya, berulang-ulang kalau perlu puntungnya berikan dengan tenang dan penuh kehangatan lalu koreknya anda lempar kearah mereka, sepertinya kiat ini bisa berhasil membuat anda kapok untuk merokok
  23. Bila masih tetap juga ingin membeli rokok, jangan terlalu di lawan sehingga malah membuat stres, belilah..., tapi di usahakan rokok yang anda belsimpanlah rokok atau lemparlah rokok Anda secara sembarang sehingga Anda tidak tahu jatuh diruangan mana rokok tersebut, hal ini bertujuan agar posisi rokok jauh dari jangkauan Anda, anak Anda, istri Anda apalagi teman Anda yang sama-sama perokok. Karena bila menyimpan di tempat yang mudah dilihat bisa-bisa rokok Anda yang habis, oleh teman sesama perokok
  24. Diupayakan tidak main atau nongkrong di warung, apalagi warung tersebut berjualan rokok, banyak-banyak lah kongkow-kongkow di rumah sakit, tepatnya di ruangan-ruangan penuh ibu hamil, atau UGD, yang tidak di perbolehkan merokok, atau di Bandara tempat ruang tunggu.
  25. Bila tempat tinggal berdekatan dengan penjual/warung/ruko yang menyediakan/menjual rokok, usahakan untuk bisa menghindar dari keberadaan mereka, atau silahkan pindahlah tempat tinggal Anda ke tempat yang jauh dari tempat-tempat tersebut. misal di hutan belantara yang jauh dari hirukkawan  pikuk kehidupan, niatkan anda untuk hidup sendiri tanpa ada kawan apalagi lawan.
  26. Karena hemat saya, tempat yang paling aman untuk bisa menghindar dari sumber-sumber rokok yaitu POM BENSIN, banyak cara yang dapat ditempuh untuk supaya bisa selalu berada di Pom Bensin. Mungkin melamar kerja disana dan diharapkan bisa bekerja disana dan selalu minta kepada pihak manajemen supaya bisa kerja lembur atau mengganti (reserves) karyawan yang kebetulan absen bekerja, silahkan Anda terus bekerja “tong eureun-eureun” (jangan berhenti-henti, jangan malu-malu) dengan hal itu waktu Anda minim sekali untuk bisa merokok. Selain itu, agar bisa berada di tempat Pom Bensin terus,  berpura-pura hilang ingatan dan nongkronglah setiap hari di POM BENSIN bila sudah merasa lelah silahkan pulanglah dan langsung beristirahat (tidur), dan besok nya lakukan hal itu kembali
  27. Bila dirasakan masih sulit untuk berhenti merokok, upayakanlah untuk selalu merokok di tempat umum yang relatif rame, merokoklah disana lalu asapnya hambur-hamburkan ke setiap titik seolah-olah sedang mempoging orang disekitar, silahkan senyum simpul arahkan kepada orang-orang di sekeliling dan katakan “ciss” bila orang-orang disekeliling terlihat marah. Kiat poin ini bila belum Anda coba, Anda tidak akan tahu faedah didalamnya. Jadi cobalah...
  28. “Atau cara lain yang bisa di tempuh, jadilah pedagang asongan yang menjual rokok secara gratis, lalu bila ada orang yang meminta (tidak membeli karena gratis) silahkan berikan rokok tersebut, bila rokok itu sudah di bakar oleh pembeli, tariklah dengan cepat dan tangkas rokok tersebut dari dimulutnya lalu injak-injak tidak lupa anda sambil “menari-nari”,  perhatikan reaksi dari pembeli tadi, nah reaksi itulah, yang akan menuntun Anda untuk bisa berhenti merokok...(Jay-Jay Mosai/ Asep Mimad Taepudin dari Bungbulang Garut-Jabar-Republik Indonesia)
  29. Terakhir tulislah dikertas yang isinya mengenai, niat dan harapan Anda setelah berhenti merokok, rangkailah menjadi sebuah kata indah, lalu bacakanlah dengan keras sekeras-kerasnya di atap kantor Balai Desa, “sekasama dan khidmat” sampai tanpa Anda sadari masyarakat telah berdatangan mengelilingi Balai Desa memperhatikan Anda dan menepuki Anda...Cobalah Anda pasti sukses, menjadi orang yang aneh dan malah di cari orang selama hidup. Tulisan ini hanya joke belaka, dan bukan arahan untuk berhenti merokok....hehe terima kasih atas perhatian anda

Ditulis untuk sahabat-sahabat tercinta yang masih merasa sulit untuk meninggalkan rokok apalagi belum bisa meninggalkan korek;

TETEN IMAN FIRMANSYAH

Langsung dari Aku, Tanpa Meminjam Jiwa-Jiwa Lain




LANGSUNG DARI AKU, TANPA MEMINJAM JIWA-JIWA LAIN





Hanya sebuah keinginan membagikan apa yang terpikirkan, meresap ke dada dan tertuliskan  ke dalam sebuah media, yang mampu menampung dan sekaligus melukiskan semuanya. Dalam beberapa rentetan hari begitu Banyak yang ku lihat, ku rasakan dan kupikirkan. Dinamika hidup telah bercampur aduk antara sadar dan tidak, aku meraup semua itu, semua indra yang ada tubuhku dengan serta merta merangkum, menjadi sebuah intisari tanpa bentuk, bagai puzzle yang belum tersusun menjadi sebuah kesatuan. Namun, dengan semua itu kini semakin mengerucut siapa aku, dimana aku, harus apa aku, bagaimana aku, dan semua itu membimbing untuk bisa berbuat, menata kembali puzzle itu.

Bagaikan mengganti sebuah rutinitas pagi, aku harus bergerak pada malam hari, menelaah satu demi satu setiap arahan konvensional, Ada yang merangsak dengan lambat, atau sebaliknya. Namun aku tak nanar dengan semua itu, ku anggap hanya episode hidup yang akan terus berubah setiap harinya. Sejauh apapun jiwa2 lain berkata tidak bila aku mengatakan iya, tidak akan sedikit pun aku mengganti menjadi kata lain selain kata iya. Biarlah semua itu hanya diri ini yang tahu, tanpa yang menyebutkan aku sudah tahu.

Bola matanya bergerak ke setiap ujungpun sepertinya aku tahu, kemana arah geraknya, tapi aku tak memperdulikan juga, selama masih mampu mentranslate bahasa ku, bagai lagu "sway" salah satu teksnya menuliskan "When we dance you, have a way with me", teks ini mendeskripsikan bahwa selama paham dengan semua pergerakan itu maka implementasikanlah semuanya.

Walau pun aku mengetahuinya bahwa tidak semua bisa dipahami dan memahaminya, karena sebuah langkah adalah misteri tertinggi, jika mampu menjunjung tinggi semua itu, maka misteri itu akan terkikis menjadi sebuah jembatan, hanya saja tidak semua bisa mendeklarasikan itu, akhirnya menjadi salah satu jembatan buntu yang tanpa jawaban.

Dan kini aku tahu jawaban itu,  bahwa  kemudahan adalah kesulitan yang tersimpan rapih tanpa cela setitik pun. Bagai berdiri di depan ombak besar, bila tidak memulai menyentuh air ombak itu, maka tak akan tahu bahwa agar laut itu layak di makan dan tidak mengenal bahwa terumbu karang adalah sebuah keindahan tiada tara.Misteri itu adalah pertanyaan besar yang tidak mudah kita berikan jawaban yang absah bila tidak menelusuri hal nyata di dalamnya.

Gambaran-gambaran ini telah aku lihat telah aku siapkan jawabannya, maka bila aku menemui ini aku pun akan berangguk dengan yakin kemudian memberikan steatment apa adanya sesuai penerjemahan yang tiada batas.

Karena aku tahu bahwa piramida itu sudah terbalik, jadi aku tunggu itu....sehingga tak perlu merenung saat terlontar semua pertanyaan itu, pertanyaan yang baru ku dengar, tapi ku tahu kunci jawabannya, langsung dari diri ini tanpa harus ku meminjamkan jiwa-jiwa lain.

Dengan lantang, aku katakan,..... aku siap.................................................



  Teten Iman Firmansyah
   Jakarta, 22 Juni 2011

Doa Pengganti Rutinitas Pagi


DOA PENGGANTI RUTINITAS PAGI

Teriring dengan doa, saat kutuliskan torehan ini, hanya sekedar menggoreskan ucapan kata hati yang beberapa masa tersimpan, bahwa begitu besar harapan ini untuk kalian, harapan untuk memberikan sebuah kebahagian yang tiada setitik pun terbayangkan dalam benak kalian....

Disini lah aku mulai memetakan semua kebahagian itu, dengan terbatasi ruang dan waktu.....

Aku hanya bisa merencanakan semua cerita, dimana disaat ku paparkan cerita itu kalian tersenyum renyah untuk itu.
Karena ku tahu bahwa aku telah banyak tertinggal setiap penggalan cerita kalian, cerita indah ataupun sebaliknya, semua bisa ku dapatkan hanya sebagian bait tidak penuh seluruh.

Sehingga bila  boleh ku pinta, biarlah penggalan-penggalan itu bisa ku ganti dengan penggalan indah lainnya. Hanya sebatas harapan yang tidak mengikat, tapi ku perlukan itu.

Biarlah kubisa membawa mereka ke sebuah wahana yang landai tanpa cela sedikitpun, karena aku mencintai mereka.

Tuhan jika saja ku boleh memilih izinkan aku untuk bisa menjadi pelindung bagi mereka, menjadi tempat berbagi dan bercerita disaat mereka bahagia atau sebaliknya.

Tuhan akupun meminta, jadikan mereka wanita yang kau prioritaskan diantara orang-orang prioritas Mu.
Dan jangan kau berikan kami kesulitan yang diluar batas kemampuan kami. Kami memohon Tuhan...

Dan terimakasih atas kesehatan dan rizki yang telah kau berikan kepada kami. Amin.


Untukmu HnaHyaKu

Rabu, 06 Februari 2013

Aku terlahir di sebuah kampung bernama, kampung Pasir di sebuah desa yang lumayan jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota, Desa Cintakarya nama desa yang memang banyak mencetak orang-orang yang ikut kontribusi membangun negara ini, kecamatan Samarang, yang kadang menjadi candaan orang banyak karena hampir sama dengan nama ibu kota Jawa Tengah "Semarang", lucunya katanya merupakan nama kecamatan plesetan sunda "Se" jadi "Sa" , Semarang jadi Samarang. Dan Kecamatan Samarang ini berada di Kabupaten Garut, kota yang terkenal dengan buah Jeruknya yang sudah punah karena akibat dari bencana meletus nya gunung Galunggung, di tahun 1982.

Aku lahir pada tanggal 14 Juni 1979, 31 tahun silam, dan aku terlahir disaat bapak benteng keluargaku mulai memiliki rumah tempat tinggal , bapakku bilang bahwa beliau sudah mulai berani melakukan Evolusi hidup, memisahkan tempat hidup dengan "kandang" mertua.
Waktu aku lahir, informasi dari orang tuaku bahwa aku beda dengan kakakku, aku lahir di rumah sakit termegah di kota Garut, di rumah sakit Dr. Slamet. Artinya (Bapakku menambahkan) kalau aku sajalah yang tidak lahir oleh dukun beranak (Paraji sebutan orang sunda). Karena kakakku terlahir di rumah dan di bantu prosesnya oleh dukun beranak. Kemudian selain itu aku lahir pun yang langsung mendapatkan Akte Kelahiran yang pada saat itu memang baru pertama kali pihak Rumah Sakit membantu pembuatan Akte Kelahiran, dimana saat ini hal itu sudah tidak heran lagi.

Namaku Teten Iman Firmansyah, nama Teten dibubuhkan di awal namaku, berawal dari permintaan nenekku, karena asalnya ibuku mau memberiku nama Iman Firmansyah, tapi nenekku bersikukuh memohon memasukan nama "Oteng", ya teranglah ibuku menolak, menamai anaknya Oteng, alasannya aneh dan kampungan sekali, maka dengan hasil pengolahan bapak, ibu dan nenek maka muncullah nama, Teten. Dan Iman Firmansyah sebuah nama pengulangan yang kerap di munculkan nama-nama sunda, misal Imas Masitoh, Ipan Saripan, Susan Susanti, Ini Gustini, dan nama-nama lain yang masih sering ditemukan nama-nama orang sunda.

Aku mulai mengenal wujudku di usia 4 tahun (kira-kira seperti itu), dulu tubuhku kurus sangat kurus, maka dikeluargaku aku di ejek dengan nama Kampeng (kurus kering) atau Kueng (ntahlah dari mana asal kata-kata itu) tapi kata-kata itu seolah mendiskripsika bahwa aku itu memang kurus banget. Aku merasa sangat malu dan minder berbadan kurus, karena sering di ejek oleh kakakku dan teman-teman sepermainan. Selain itu aku di ejek oleh ibuku si Eulay (kalau aku menangis, tubuhku seperti "ngulet"). jadi tiga nama yang selalu di sebutkan oleh kakakku kalau kami berantem Eulay, Kueng dan Kampeng. Tiga nama itu yang aku jauhkan dari telinga karena sakit hati (dulu waktu kecil).

Aku mulai Sekolah Dasar, di usia 4,5 Tahun waktu itu, hanya saja mungkin di usia itu aku merasa masih "pi-indung" atau masih tidak bisa lepas dari ibu, jadi waktu aku sekolah aku kerap ingin pulang rumah, alhasil aku tidak meneruskan sekolahku, aku lebih memilih dekat sama ibu dan berada di sisinya,  tidak mau meninggalkan menghabiskan waktu bersama ibuku tercinta. Di usia itu (dan memang sampai sekarang) aku belum bisa melepaskan kebiasaan "ngendus" tangan ibu, kebiasaan itu aku lakukan jika ibuku lagi relax maka aku tidur dipangkuan ibu dan memegang tangan dan mengendus tangannya. Maka hal itu juga yang menghambat aku seharusnya bisa bersekolah diusia itu.