Senin, 13 Mei 2013

Terpaku

Seketika semua membuka dan terbuka
Aku merasa tak jinak di buatnya
Menyeruak, hampir tampil di muka
Cerita dan ucapan mampir lalu
Ku terpaku di buatnya

Bagaikan terpaan air ombak, bergemuruh kaku
Menyeringai tak bebas, tak jelas
Mendesis di telinga, sangat liar...
Ku terpaku di buatnya

Terpaku dan sulit di cerna, walau terkadang disekitarku berhembus
"Ini nyata" aku tak bergeming
Karena rasa itu sangat sempit
Sempit dalam mengapresiasikan kemana arahnya?
Lalu aku terpaku dibuatnya

Hari ini...
Kuncup telah mengering
Raungan sang mentari membahana isi kesepian
Risaukan sang penari jalanan yang terlalu larut
Oleh kepedihan 
Dia adalah aku
Jika risau itu memeng di bangun, tapi tidak akan pernah di luluhkan...Aku tahu....

Karena ketika bening air telah di abu-abukan
oleh nalar yang sudah mulai ruam
Seperti pagi ini, tak ada bedanya dengan siang hari kemarin
begitupun Minggu lalu dan tahun sebelumnya
Di tata dan di hancurkan oleh si tangan pembuat
Menata tanpa rasa, rasa membangun anggun....